| |

Tetap Sukacita Di Tengah Pandemi

Seluruh dunia saat ini sedang dilanda keprihatinan akan adanya pandemi covid-19. Hampir seluruh bidang terdampak karena adanya virus ini termasuk dunia pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung tatap muka dengan anak-anak di sekolah menjadi berubah. Anak-anak harus belajar dari rumah (School From  Home). Dan  tidak terasa, sudah dua bulan lebih siswa-siswi melakukan proses pembelajaran dari rumah.

KB-TK Kristen Petra 9 sebagai sebuah lembaga pendidikan Kristen tidak menyerah dan putus asa dengan keadaan ini. Para guru dan semua yang terlibat di dalamnya beradaptasi dengan keadaan ini, termasuk juga dari pihak orang tua. Para guru KB-TK Kristen Petra 9 berusaha membuat proses pembelajaran yang kreatif dan tetap menyenangkan untuk anak-anak. Setiap hari, anak-anak memperoleh aktivitas yang harus dikerjakan dari rumah dan hasilnya direport pada guru kelas masing-masing. Selain itu, guru juga membuat kelas zoom yang dilakukan sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama. Tujuan diadakannya kelas zoom ini supaya guru tetap bisa memantau perkembangan anak dan guru tetap bisa memberikan aktivitas yang menyenangkan untuk anak meski tidak bisa bertemu secara langsung.

Seluruh proses ini tidak bisa berjalan baik tanpa adanya peran dari orang tua. KB-TK Kristen Petra 9 sungguh sangat bersyukur karena para orang tua bisa bekerja sama dengan baik dan bersedia mendampingi anak-anak selama proses pembelajaran dari rumah (School From  Home). Beberapa orang tua KB-TK Kristen Petra 9 memberikan testimoni terkait belajar dari rumah (School From  Home). Berikut beberapa testimoni yang diberikan:

Saat awal pandemi ini terjadi, saya sebagai ibu rumah tangga dengan berbagai kesibukan mengurus rumah dan membantu suami di toko membuat saya kesulitan membagi waktu untuk mendampingi anak belajar dirumah, sehingga saya sebagai orang tua khawatir bagaimana bila anak enggan untuk belajar, karna waktu mereka dihabiskan hanya untuk bermain.  Tapi setelah kurang lebih 1 minggu anak2 diliburkan dari sekolah , TK Kristen Petra 9 membuat program Learning From Home dengan 2 bentuk pembelajaran.  Yaitu dengan aplikasi  online menggunakan Zoom dimana anak-anak dapat berinteraksi dengan guru dan kedua yaitu pemberian materi setiap hari yang dishare oleh guru.  Materi yang diberikan guru setiap harinya sangat kreatif seperti belajar mewarnai, menulis, menggunting kertas, dan juga ada games edukasi seperti balon roket, meniup gelas dengan sedotan dan masih banyak lagi games edukasi yang membuat anak saya menjadi semangat untuk belajar dan tidak lagi merasa bosan dirumah. Dan didalam materi pembelajaran juga terdapat materi basic life skill dimana anak belajar mandiri dan disiplin. Program Learning From Home dari Petra ini sungguh sangat membantu orang tua dan khususnya anak selama masa pandemi ini. Terima kasih Guru-guru Petra. Semoga covid-19 bisa segera berlalu,dan Tuhan memberi kesehatan untuk semua.  Amien (Devi, orang tua dari Kimiko, TK A2).

Saya sangat bersyukur dengan adanya program LEARNING FROM HOME dari petra terutama dedikasi dan perjuangan dari bapak ibu guru dalam mempersiapkan dan memberikan materi yang beragam, kreatif, menyenangkan tetapi tetap dapat menarik perhatian murid-murid di rumah. Karena menurut saya, diperlukan usaha yang cukup menguras pikiran dan tenaga untuk dapat mengoptimalkan pelajaran lewat aplikasi zoom, apalagi untuk jenjang PG dan TK. Mengingat ini juga merupakan metode pembelajaran baru dimana para guru, murid, dan orang tua juga belum berpengalaman dalam hal ini, saya rasa apa yang sudah dijalani selama ini sudah cukup optimal. Semoga COVID-19 bisa segera hilang dari bumi pertiwi INDONESIA dan kita bisa sekolah dengan maksimal kembali. TUHAN MEMBERKATI (Santi, orang tua dari Matthew, TK A3).

Terima kasih untuk guru-guru Petra yang sudah meluangkan waktu, tenaga, usaha dan pikiran mereka untuk membuat materi dan pembelajaran daring dari rumah selama pandemi covid 19 ini. Saya percaya guru-guru pasti lebih suka mengajar anak kami dengan tatap muka secara lansung, kami pun demikian, ternyata jadi guru dadakan cukup melelahkan. Saya sebagai seorang ibu rumah tangga harus membagi waktu antara mengurus pekerjaan rumah tangga dan mendampingi anak-anak kami menyelesaikan tugas online. Tapi saya bersyukur dengan adanya pembelajaran daring melalui tugas-tugas online ini, anak-anak masih bisa mengikuti pelajaran mereka sesuai kurikulum dan dipersiapkan untuk memasuki jenjang berikutnya. Terima kasih untuk daya kreativitas hebat yang diberikan guru-guru Petra dalam memberikan pembelajaran daring selama ini, terutama melalui video, sehingga anak bisa mengikuti aktivitasnya dengan baik dan sukacita bersama ortu. Juga kegiatan zoom yang diadakan pihak sekolah cukup membuat anak senang bisa melihat teman-teman dan guru-guru serta bisa menyanyi bersama. Walaupun kadang terhambat oleh sinyal tapi anak-anak tetap semangat. Semoga pandemi covid-19 ini segera berlalu sehingga anak-anak bisa aktivitas di sekolah kembali. Shasa sudah kangen sekolah lagi. (Meliana, orang tua dari Shasa, TK B1).

Awalnya saya bingung bagaimana mengisi waktu luang anak saya yang usianya masih dalam masa eksplorasi. Bersyukur dari sekolah Petra 9 memberikan berbagai macam materi dan kegiatan practical life skill sehingga sangat sangat membantu kami orang tua untuk tetap bisa mengobservasi secara mudah perkembangan pembelajaran sesuai umur Audrey. Malalui penyampaian yang komunikatif dan kreatifitas dari guru wali yang sangat edukatif  dan yang pastinya menyenangkan melalui aplikasi zoom dan percakapan via WA, Audrey sangat senang dan bersemangat. Terima kasih ya Petra 9. Terima kasih Guru guru yang sungguh sangat kreatif. Tetap semangat dan selalu dalam perlindungan Tuhan. Semoga selalu diberi kesehatan dan pandemi segera berlalu agar kita semua bisa berkumpul berkegiatan sekolah lagi . GOD BLESS (Indria, orang tua dari Audrey, KB B2).

Saya ingin berterimakasih atas segala usaha dari pihak sekolah TK Petra 9 selama masa pandemi corona ini. Tidak mudah beradaptasi secara tiba-tiba saat semua diharuskan belajar dan bekerja dari rumah. Awalnya saya takut pendidikan anak saya akan terhenti disini untuk jenjang KB. Apalagi anak saya termasuk yang susah fokus dan bicara juga belum lancar. Tapi ternyata pendidikan sekolah tetap berjalan meskipun dengan segala keterbatasan (internet, tenaga, waktu dll). Ada tugas sesuai materi sekolah. Anak tetap belajar berkarya dan beraktifitas. Masih merasakan olahraga bersama. Guru masih memantau. Saya sangat menghargai dan berterimakasih atas perjuangan guru-guru. Saya sendiri juga merasakan mendampingi anak saat zoom class. Tidak mudah tetapi harus dijalankan dengan telaten karen saya tahu guru sudah berjuang untuk mengadakan zoom class, memberikan materi, berinteraksi, mengajarkan disiplin berdoa dsb, jadi saya berusaha mengimbangi berjuang  mendampingi anak saya dengan semua keterbatasan saya. Terimakasih Ibu Guru. Stay clean, stay healthy for us. Keep praying. And keep fighting!! (Meddy, orang tua dari Jacob P., KB-B2).

Akibat adanya pandemi Covid 19 ini memaksa keadaan dimana anak tidak bisa bersekolah, sehingga saya sebagai orang tua siap tidak siap harus bisa menjadi “guru dadakan” untuk pembelajaran di rumah. Sesuatu yang sulit sebenarnya karena usia anak saat ini belum terbentuk mindset belajar di rumah. Menganggap di rumah adalah libur, sehingga kadang saat pembelajaran hendak dimulai anak masih terlihat tidak bersemangat. Beruntungnya pihak sekolah mendukung School From Home (SFH) dengan memberikan kesempatan belajar mengajar dengan tatap muka melalui daring yaitu zoom meeting, guru memberikan tugas dan video pembelajaran yang kreatif, fun, dan pembelajaran dengan bereksperimen melalui group whatsapp. Dengan demikian anak dapat tetap mengikuti pembelajaran secara akademik misalnya mewarnai, berhitung, belajar mengenal angka dan huruf, bahkan untuk kinestetik anak tetap dipikirkan dengan pelajaran lempar tangkap bola, senam, melompati tali, memasukkan bola ke keranjang. Selain itu materi Basic Life Skill seperti melipat baju, training toilet, hidup sehat (mencuci tangan), cinta lingkungan (menyiram tanaman). Pembelajaran basic life skill ini membuat anak saya lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri lebih mandiri dan bertanggung jawab. Saya merasa senang karena dapat terlibat langsung dalam membimbing anak belajar sehingga dapat mengetahui perkembangan anak saya. Tetapi dengan SFH ini saya merasa ada kekurangannya karena di masa usia anak saya ini seharusnya belajar bersosialisasi dengan teman-teman sebaya dan orang dewasa lainnya (guru) yang nantinya berguna untuk bekal dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan SFH ini membuat saya semakin menghargai peran dan pengabdian guru, dimana tugas guru KB dalam mendidik anak yang masih berusia 3-4 tahun dengan tingkah polah yang aktif benar-benar membutuhkan kreatifitas dan kesabaran yang amat ekstra. Oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak sekolah KB-TK Petra 9 dan guru-guru khususnya Bu Dhenok dimana beliau telah membuat video-video kreatif yang menarik sehingga anak dapat semangat dan termotivasi dalam belajar, dan juga cepat memberikan respon jika saya mengalami kendala dalam materi SFH. Saya berharap agar pandemi Covid 19 ini dapat cepat berlalu dan keadaan dapat berjalan normal kembali sehingga anak-anak dapat belajar di sekolah lagi serta bertemu dengan guru-guru dan teman-teman. (Yesi, orang tua dari Deven KB B1)

Itulah tadi beberapa testimoni yang disampaikan orang tua KB-TK Kristen Petra 9. Semoga badai covid-19 ini segera berlalu sehingga anak-anak bisa kembali lagi ke sekolah. Semoga Tuhan juga senantiasa melindungi kita semua dalam kondisi apapun nanti. Tetap stay at home dan jaga kebersihan serta kesehatan kita semua ya. Tuhan memberkati dan melindungi kita. Amin……

My Adventure on the Mountain

Pada tanggal 2- 6 Maret 2020,  siswa-siswi TK Kristen Petra 9 sedang mempelajari tema rekreasi dengan sub tema perlengkapan rekreasi di gunung. Sebelumnya, anak-anak juga sudah diajak untuk mengenal macam-macam tempat rekresi. Nah kali ini, guru-guru akan mengajak anak-anak di kegiatan sentra bermain peran makro, yaitu rekreasi di gunung. Anak-anak diajak memerankan kegiatan yang bisa mereka lakukan saat di pegunungan. Banyak hal yang bisa anak-anak lakukan lho digunung misalnya berkemah, mencari jejak, memanjat gunung, dan masih banyak yang lainnya.

Biasanya hawa di gunung atau pegunungan itu dingin sehingga pertama-tama, anak-anak diajak untuk menggunakan perlengkapan yang biasa dipakai di daerah pegunungan yaitu topi, syal, jaket, sarung tangan, sepatu, dan perlengkapan lainnya yang bisa membuat anak-anak merasa hangat. Kemudian, anak-anak berperan sebagai orang yang sedang mendaki gunung. Wahh, anak-anak terlihat bergembira dan bersemangat lhoo.... Selain itu, anak-anak juga diajak untuk membuat api unggun, berkemah di tenda, serta berperan sebagai orang yang sedang memasak air. Ini adalah pengalaman yang mengesankan lho untuk anak-anak. Raut wajah bahagia dan senyuman tidak bisa lepas dari mereka.

Kegiatan ini bertujuan supaya anak-anak memahami peralatan apa saja yang harus mereka siapkan bila mereka pergi berwisata ke gunung. Anak-anak juga diajak untuk dapat mensyukuri ciptaan Tuhan. Selain itu, mereka diharapakan sadar dan peduli untuk merawat alam yang sudah diciptakan Tuhan misalnya kalau mereka melakukan kegiatan berkemah, maka mereka tidak boleh membuang sampah sembarangan, lalu bila mereka sedang mendaki gunung, mereka tidak boleh memetik bunga sembarangan atau merusak tanaman. Jadi, jangan lupa ya anak-anak, kita semua harus mensyukuri semua anugerah serta alam ciptaan Tuhan yang indah ini....

Role Play, Another Fun Way To Play

Di bulan Januari hingga Februari ini, siswa-siswi KB Kristen Petra 9 sedang mempelajari tema mengenai pekerjaan. Guru-guru KB Kristen Petra 9 berusaha mengemas kegiatan yang menyenangkan dan menarik untuk anak-anak. Akhirnya, anak-anak diajak untuk role play (bermain peran) untuk mendalami tema mengenai pekerjaan. Anak-anak terlihat sangat bersemangat dan bergembira lhoo....

IMG_20200115_090225.jpgIMG_20200115_091550.jpgIMG_20200115_084705.jpgIMG_20200220_191325.jpgIMG_20200220_191140.jpgIMG_20200115_083340.jpgIMG_20200219_200500_J.jpgIMG_20200115_081620.jpgIMG_20200206_090111.jpg

Di kegiatan role play (bermain peran) kali ini, anak-anak diajak untuk memerankan orang yang bekerja di bandara misalnya anak berperan sebagai pilot dan petugas tiket. Anak-anak juga memerankan beberapa pekerjaan yang ada di rumah sakit misalnya berperan sebagai dokter apoteker, dan perawat. Selain pekerjaan tersebut, anak-anak juga memerankan pekerjaan lainnya seperti petugas SPBU, petugas drive thru, montir, dan pencuci mobil. Setiap anak mendapat kesempatan untuk role play (bermain peran).

Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk memberikan wawasan mengenai aneka pekerjaan. Dengan role play (bermain peran), anak-anak diharapkan mengetahui dan memahami setiap peran pekerjaan yang dimainkan dan akhirnya, anak-anak dapat menghargai setiap pekerjaan dan menghormati sesama. Tentunya anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan bagi mereka yaitu melalui kegiatan role play (bermain peran). Terus semangat belajar ya anak-anak.... Tuhan memberkati.

Asyiknya Kegiatan Berenang Kami

Hari Kamis, 10 Oktober 2019, kelas TK Kristen Petra 9 kelompok A melaksanakan kegiatan rutin yaitu berenang. Kami sangat antuasias sekali lho mengikuti kegiatan berenang ini. Kami juga merasa sangat senang. Kegiatan ini dilakukan 2 minggu sekali, bergantian dengan kegiatan makan bersama. Kami berenang ditemani oleh para ibu guru serta di temani oleh satu orang guru lain yang bernama Bapak Ari.

Bapak Ari ini begitu baik lho kepada kami. Kami selalu diajari berenang dengan penuh kesabaran. Ibu guru kelas kami juga sangat sabar dan banyak membantu kami. Kalau ada teman kami yang takut saat akan masuk ke kolam renang, kami pasti akan langsung dibantu. Atau bila ada diantara kami yang kedinginan saat berenang, ibu guru dan pak Ari pasti dengan sigap akan membantu kami.

Hari itu, kami diajari meluncur dan pelan-pelan menyelam. Kami boleh menggunakan papan seluncur yang ada untuk belajar meluncur. Beberapa di antara kami ternyata sudah ada yang berani lho meluncur tanpa menggunakan papan seluncur. Nah tapi kalau ada yang belum berani, kami boleh menggunakan papan seluncur yang ada. Hmm, tidak terasa ternyata jam berenang kami sudah usai. Kami harus segera mandi dan memakai baju ganti kami. Terima kasih ya pak Ari dan semua ibu guru yang senantiasa mendampingi dan menemani kami berenang hari ini. Kami sudah belajar banyak hal hari ini.

Koki-Koki Cilik Yang Hebat

IMG20190903105049.jpgIMG20190902104401.jpgIMG20190902105818.jpgIMG20190903101843.jpgIMG20190904104354.jpgIMG20190903110308.jpg
 

Pendidikan anak usia dini membutuhkan banyak kegiatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Salah satunya kegiatan pembelajaran yang berpusat pada suatu area yang biasa disebut dengan sentra. Kegiatan dalam sentra bisa bermacam-macam. Nah kali ini, pada tanggal 2 September 2019, TK Kristen Petra 9 sedang mengadakan setra bermain peran makro dimana Anak-anak akan belajar memasak sayur bayam dan menggoreng telur dadar. Tidak hanya memasak lho, setelah nanti selesai memasak, seluruh anak akan mencicipi masakan yang dibuatnya.

Pertama, anak-anak mempersiapkan sayur bayam untuk dimasak. Sayuran dipetik terlebih dahulu lalu setelah selesai sayuran di cuci. Setelah selesai, kita harus persiapkan panci yang sudah diisi air. Kita panaskan air dalam panci dan setelah air mendidih, jangan lupa masukan bumbu yang sudah dipotong-potong supaya sayurnya enak yaitu bawang merah, garam, gula, dan kunci. Setelah itu, masukan sayur bayam dan aduk-aduk sebentar dan masak hingga sayurnya matang.

Setelah sayur matang, anak-anak akan mulai memasak telur dadar. Pertama-tama, pecahkan telur dan letakkan telur di dalam wadah. Tambahkan bawang prei yang sudah dipotong-potong lalu tambahkan juga garam dan sedikit merica. Jangan lupa diaduk ya supaya semua bahan tercampur rata. Setelah itu, panaskan minyak dalam teflon. Setelah minyak panas, masukan telur yang diaduk tadi dan goreng telur sampai matang.

Setelah melewati tahapan memasak yang menyenangkan, akhirnya yeeeeee...telur dadar dan sayur bayam sudah matang semuanya. Baunya enak sekali lho. Kami jadi lapar. Akhirnya kami makan sayur bayam dan telur yang sudah kami masak tersebut dan setelah kami mencobanya ternyata rasanya enak. Nanti kami akan mencoba memasaknya lagi di rumah bersama mama. Terima kasih ya Ibu guru sudah mengajari kami memasak makanan sehat dan bergizi.

boost the values reap the success