| |

Bermain Sambil Berolahraga

Bu guru, lihat! Aku bisa bergantungan lho... asyik... ayo teman-teman, kita berolahraga1 Selain tubuh menjadi sehat, ini sangat menyenangkan... cihuyyy.

bermain_sambil_berolahraga.jpg

Fun Fun Fun... Fun Learning

Belajar di dalam kelas? Sudah biasa. Menulis, mendengarkan penjelasan guru, dan menyalin? Itu juga sudah biasa. Tapi kalau belajar di luar kelas sambil berlomba-lomba mengumpulkan nilai? Ini baru menyenangkan. Yaa... inilah model pembelajaran baru kami di TK Kristen Petra 9. Teman-teman, sesuatu yang dilakukan dan ditemukan sendiri pasti akan lebih tertanam dan teringat sampai lama. Inilah yang diharapkan dari model pembelajaran Fun Learning yang dilakukan, yaitu supaya materi pelajaran yang diberikan oleh guru dapat diingat hingga besar nanti. Fun Learning artinya adalah pembelajaran yang menyenangkan. Jadi tujuan dari model pembelajaran ini adalah supaya kami dapat belajar dengan cara yang menyenangkan. Kami dapat belajar dengan cara melakukan sesuatu secara langsung, yang disebut dengan istilah "Learning by doing".

Salah satu kegiatan Fun Learning yang dilakukan kali ini yaitu para guru membuat lima pos. Setiap pos berisi materi pembelajaran. Kami akan berpindah dari satu pos ke pos yang lain. Setiap menyelesaikan satu pos, kami akan diberi nilai yang berupa stempel pada kartu yang kami bawa dari kelas. Teman-teman, ini sangat seru lho. Mengapa? Karena kami harus bisa mendapatkan stempel dari lima pos yang ada dalam waktu yang telah ditentukan. Selama Fun Learning berlangsung, ada musik riang gembira yang mengiringi kami sehingga kami lebih bersemangat lagi. Jika musik berhenti berarti waktu Fun Learning sudah habis dan kami harus berhenti melakukan kegiatan. Horee... kartuku sudah penuh. Tapi kalau kartu kami belum penuh dengan stempel, tidak apa-apa, karena kami masih bisa mengulanginya di lain hari. Bagaimana? Menyenangkan, bukan? Apalagi ketika aku pulang dan menunjukkan kartuku pada papa dan mama, mereka sangat senang karena mengetahui aku dapat mengerjakan kegiatan di sekolah dengan baik. Ayo, buruan bergabung bersama kami di TK Kristen Petra 9.

8.jpg6.jpg4.jpg7.jpg5.jpg1.jpg3.jpg2.jpg

Siapa yang Mau Jadi Dokter?

Tema pelajaran kami pada bulan Februari 2013 ini adalah mengenai "pekerjaan". Kata bu guru ada bermacam-macam jenis pekerjaan. Nah, kali ini kami belajar tentang pekerjaan seorang dokter. Dokter adalah pekerjaan yang sangat mulia. Ketika aku sakit aku pergi ke dokter untuk diobati. Bu guru juga memperlihatkan banyak gambar tentang pekerjaan dokter. Ternyata dokter itu baik dan ramah. Kami tidak perlu takut pergi ke dokter.

Lho, kok bu guru memakaikan aku baju putih? Dipasang apa ini di telingaku? Oo... ternyata kini saatnya aku bermain peran sebagai dokter. Asyiiikkk dan menyenangkan sekali. "Sakit apa, Pak?" tanyaku pada Jovian yang berbaring berpura-pura jadi pasien. Eh, banyak yang mengantri lho. Sharene, Marcell, Gilbert, semua mengantri menunggu giliran untuk menjadi dokter juga. Tenang teman-teman, semua akan kebagian peran, baik jadi dokter ataupun jadi pasien.

Nah, siapa yang kalau sudah besar nanti ingin menjadi dokter? "Saya, saya...", kata siswa-siswi KB Kristen Petra 9. Baiklah kalau begitu kalian harus rajin belajar, biar kelak bisa menjadi dokter.

dokter2.jpgdokter4.jpgdokter3.jpgdokter1.jpg

Story Time

Story time…… ya, sekarang saatnya bagi anak - anak untuk mendengarkan cerita. Ini adalah bagian dari penanaman nilai - nilai moral yan terkandung dalam setiap cerita yang disampaikan kepada anak - anak. Karena guru biasanya merupakan sosok yang selalu ditiru oleh anak, maka guru berkewajiban untuk menyampaikan pesan - pesan moral dan kebenaran. Story telling, panggung boneka, wayang, drama, semua bisa disampaikan dengan cara yang menarik bagi anak - anak. Buku, boneka, gambar bisa dimanfaatkan sebagai sarana bagi guru untuk bercerita.

Bercerita adalah saat yang dinanti - nantikan oleh anak - anak. Mereka terlihat antusias bahkan sampai seakan - akan mereka tak mau kalah dalam kegiatan bercerita, sehingga mereka selalu menjawab setiap perkataan cerita guru dengan cerita mereka sendiri.

6.jpg4.jpg5.jpg1.jpg3.jpg2.jpg

Environment Care

Saat ini masih membuang sampah sembarangan? Bukan zamannya. Bumi kita sudah semakin tua bahkan kondisinyapun sudah parah. Bencana alam terjadi di sana sini. Global warming kini menjadi isu dunia. Jika dunia kini menggeliat untuk lebih peduli pada kondisi bumi, maka begitupun dengan kami. Salah satu faktor penyebab terjadinya bencana alam adalah kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, kami sebagai pendidik merasa terbeban bahkan turut berkepentingan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang baik. Tidak usah jauh- jauh, karena kita bisa memulainya dari lingkungan sekitar kita sendiri seperti di sekolah dan di rumah. Usia dini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan fondasi rasa peduli terhadap lingkungan. Beruntungnya bagi anak- anak didik kami, siswa KB - TK Kristen Petra 9, karena semua itu sudah masuk dalam kurikulum pembelajaran yang mereka lakukan sehari- hari. Memungut dan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan meja, menanam dan menyiram tanaman, semua dilakukan dengan penuh sukacita. Untuk semua itu, fasilitas- fasilitas yang berkaitan pun disediakan. Tempat sampah basah dan kering selalu ada di setiap sudut, alat- alat kebersihan pun juga banyak tersedia, belum lagi bapak dan ibu karyawan yang siap membantu kami di kebun sekolah. Di sekolah kami juga dipasang banyak psoter slogan peduli lingkungan. Para guru juga selalu setia mendidik dan membimbing anak- anak sehingga sikap peduli lingkungan ini menjadi kebiasaan baik anak- anak. Para orang tua pun semakin senang karena kebiasaan ini akan terus terbawa sampai di rumah, di manapun dan sampai kapanpun. Ayo, selamatkan bumi kita dengan menjadi lebih peduli pada lingkungan sekitar!

environment care 6.jpgenvironment care 2.jpgenvironment care 1.jpgenvironment care 4.jpgenvironment care 3.jpgenvironment care 5.jpgenvironment care 7.jpg

boost the values reap the success